Selasa, 31 Maret 2015

Pembangkit Listrik Tenaga Air: Pembangkit Listrik Tenaga Air

Pembangkit Listrik Tenaga Air: Pembangkit Listrik Tenaga Air: PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR A.     Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pemb...

Pembangkit Listrik Tenaga Air

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR

A.    Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa disebut sebagai hidroelektrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air. Pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak.
      Berdasarkan output yang dihasilkan, pembangkit listrik tenaga air dibedakan atas:
1.      Large-hydro : lebih dari 100 MW
2.      Medium-hydro : antara 15-100 MW
3.      Small-hydro : antara 1-15 MW
4.      Mini-hydro : Daya diatas 100 kW, tetapi dibawah 1 MW
5.      Micro-hydro : antara 5kW-100kW
6.      Pico-hydro : daya yang dikeluarkan 5kW
     
B.     Jenis – Jenis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
1.      Berdasarkan Tinggi Terjun PLTA
a.       PLTA jenis terusan air (water way)
Pusat listrik yang mempunyai tempat ambil air (intake) di hulu sungai dan mengalirkan air ke hilir melalui terusan air dengan kemiringan (gradient) yang agak kecil.Tenaga listrik dibangkitkan dengan cara memanfaatkan tinggi terjun dan kemiringan sungai.



b.      PLTA jenis DAM / bendungan
Pembangkit listrik dengan bendungan yang melintang disungai, pembuatan bendungan ini dimaksudkan untuk menaikkan permukaan air dibagian hulu sungai guna membangkitkan energy potensial yang lebih besar sebagai pembangkit listrik.
c.       PLTA jenis terusan dan DAM (campuran)
Pusat listrik yang menggunakan gabungan dari dua jenis sebelumnya, jadi energi potensial yang diperoleh dari bendungan dan terusan.

2.      PLTA Berdasarkan Aliran Sungai
a.       PLTA jenis aliran sungai langsung (run of river)
Banyak dipakai dalam PLTA saluran air / terusan, jenis ini membangkitkan listrik dengan memanfaatkan aliran sungai itu sendiri secara alamiah.
b.      PLTA dengan kolam pengatur (regulatoring pond)
Mengatur aliran sungai setiap hari atau setiap minggu dengan menggunakan kolam pengatur yang dibangun melintang sungai dan membangkitkan listrik sesuai dengan beban. Disamping itu juga dibangun kolam pengatur di hilir untuk dipakai pada waktu beban puncak (peaking power plant) dengan suatu waduk yang mempunyai kapasitas besar yang akan mengatur perubahan air pada waktu beban puncak sehingga energy yang dihasilkan lebih maksimal.
c.       Pusat listrik jenis waduk
Dibuat dengan cara membangun suatu waduk yang melintang sungai, sehingga berbentuk seperti danau buatan, atau dapat dibuat dari danau asli sebagai penampung air hujan sebagai cadangan untuk musim kemarau



.
d.      PLTA jenis pompa (pumped storage)
PLTA yang memanfaatkan tenaga listrik yang berlebihan ketika musim hujan atau pada saat pemakaian tenaga listrik berkurang saat tengah malam, pada waktu ini seabgian turbin berfungsi sebagai pompa untuk memompa air yang di hilir ke hulu, jaman dulu pembangkit ini memanfaatkan kembali air yang dipakai saat beban puncak dan dipompa ke atas lagi saat beban puncak terlewati.

C.    Tujuan Pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
1.      Memanfaatkan sumber daya air untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa takengon.
2.      Memanfaatkan sumber daya air sebagai sumber energi listrik mandiri melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).